Selasa, 02 Januari 2018

Bronkospasme Durante Anestesi

Assalamu'alaikum sahabat solica

Bulan desember 2017 lalu saya mendapat ilmu baru dari teman, menarik sekali. Dia mendapat pasien usia 6 tahun, 30 kg. Diagnosa medis Tonsilitis dan dilakukan Tosilektomi. Karena tidak ada penyakit penyerta dan hasil pemeriksaan dalam batas normal jadi ditetapkan ASA 1 dan akan dilakukan general anestesi (GA) intubasi nasal ET.

Setelah premedikasi masuk dan oksigenasi cukup, kemudian dilakukan intubasi nasal ET. Tepat setelah ET difiksasi pasien mengalami bronkospasme sampai SaO2 nya 80% dan bleeding di nasal. Penatalaksanaan yang dilakukan yaitu dengan memberikan injeksi dexametason 5 mg, ekstubasi, dan dilakukan intubasi ET lagi tapi melalui oral.

Karena tonsilitis pada pasien ini dekstra dan sinistra maka setelah tonsilektomi dekstra selesai,, ET yang tadinya berada di oral sebelah sinistra digeser ke arah dekstra agar dapat dilakukan tonsilektomi sinistra. Nah, saat ET nya digeser, ternyata bronkospasme lagi. SaO2 40%. Penatalaksanaannya N2O dan volatil agen sevoflurane untuk sementara dimatikan dan diberi oksigenasi murni 8 lt/menit. sampai akhirnya saturasi dapat naik kembali dan operasi dapat dilanjutkan hingga selesai.. pasien pun selamat, meski harus membuat anesthetist takikardi.

Pelajaran yang dapat diambil dari pengalaman ini: pengkajian pre anestesi dalam hal ini pre visit itu harus lengkap. karena setelah dilacak pasien ini mempunyai riwayat bronkitis akut dan di pengkajian awal tidak muncul / tidak terkaji. Pelajaran kedua, jangan panik. Apapun keadaan pasien, seorang anesthetist tidak boleh panik agar bisa mikir...

Menarik bukan? tetap semangat belajar yaa.. salah seorang dokter spesialis anestesi mengatakan jangan pernah puas dengan apa yang kita dapatkan sekarang untuk tetap eksis di masa depan. terus belajar, berkarya lebih baik...

Wassalamu'alaikum

Addienius